Berita

Ford yakini keputusan hilangkan mesin bi-turbo dari Ranger dan Everest

×

Ford yakini keputusan hilangkan mesin bi-turbo dari Ranger dan Everest

Sebarkan artikel ini


Jakarta (ANTARA) – Ford Australia dikabarkan yakin dengan keputusannya untuk menghapus varian bi-turbo dari mesin diesel empat silinder pada jajaran Ranger dan Everest sebagai respons terhadap keinginan pelanggan akan mesin V6.

“Saat ini kami sangat yakin dengan pembaruan yang kami lakukan pada tahun 2026 untuk kedua entitas tersebut,” kata Direktur Pemasaran Ford Australia, Ambrose Henderson, seperti dikutip Drive pada Selasa waktu setempat.

Henderson mengatakan perubahan jajaran produk tersebut dipengaruhi oleh permintaan pelanggan akan mesin V6.

“Apa yang disampaikan pelanggan kepada kami adalah mereka menginginkan ketersediaan yang lebih besar dari mesin V6 tersebut,” katanya.

Baca juga: Ford lakukan negosiasi dengan BYD untuk pasokan baterai

Ford mengkonfirmasi penghapusan mesin diesel empat silinder 2.0 liter bi-turbo dari model Ranger dan Everest pada November 2025.

Mesin diesel empat silinder masih akan tersedia dalam bentuk diesel 2.0 liter single-turbo.

Ford memasuki tahun 2026 dengan klaim memiliki pilihan mesin pikap terluas bagi pelanggan di Australia.

“Kami tetap memiliki mesin turbo diesel empat silinder. Kami memiliki mesin turbo diesel V6, mesin bensin performa V6, dan kami juga memiliki Ranger hybrid yang baru diluncurkan dengan powertrain hybrid,” kata Henderson.

Diketahui, jajaran Ranger Ford diperluas secara signifikan tahun ini dengan enam varian Ford Ranger Super Duty bertenaga mesin turbo diesel V6 3.0 liter.

Super Duty dibanderol mulai dari $82.990 atau sekitar Rp1,4 miliar untuk model dasar sasis kabin tunggal hingga $99.990 atau hampir Rp1,7 miliar untuk model pikap kabin ganda XLT spesifikasi tertinggi, belum termasuk biaya pengurusan surat-surat.

Baca juga: Pabrik BYD di Subang beroperasi kuartal I tahun ini

Baca juga: BYD ungkap rencananya boyong mobil PHEV ke Indonesia

 

Pewarta:
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *