Jakarta (ANTARA) – Pabrikan otomotif Jerman, Porsche mengalami penurunan penjualan di pasar otomotif China pada 2025 hanya mencapai 41.938 kendaraan atau menurun sebesar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
CarnewsChina pada Senin melaporkan bahwa penjualan kendaraan segmen mewah-ultra mewah ini, semakin mengalami kesulitan meskipun pertumbuhan pasar mobil penumpang secara keseluruhan meningkat terutama didorong oleh merek-merek listrik murni asal negara tersebut.
Sementara untuk penjualan secara global, Porsche hanya berhasil mengirimkan kendaraan mereka sebanyak 279.449 kendaraan pada tahun 2025, turun 10 persen dari 310.718 unit pada tahun sebelumnya.
Pasar China menyumbang sekitar 15 persen dari total pengiriman, sementara Amerika Utara tetap menjadi pasar regional terbesar Porsche dengan 86.229 unit yang dikirimkan, tidak berubah dari tahun ke tahun.
Baca juga: Proyek baru Porsche mengubah sampah menjadi material premium
Pengiriman di Eropa, tidak termasuk Jerman, turun 13 persen menjadi 66.340 unit. Sementara pengiriman di Jerman, turun 16 persen menjadi 29.968 unit, sebagian karena kendala pasokan terkait dengan kepatuhan peraturan yang memengaruhi model tertentu.
Presiden dan CEO Porsche China, Alexander Pollich, mengatakan hasil tahun 2025 sesuai dengan ekspektasi internal. Ia menyatakan bahwa meskipun pasar kendaraan penumpang China secara keseluruhan menunjukkan sedikit pertumbuhan, hal ini sebagian besar didorong oleh produsen kendaraan listrik murni domestik.
Sebaliknya, segmen premium, mewah, dan ultra-mewah terus mengalami kontraksi, yang secara langsung memengaruhi posisi pasar inti Porsche di China.
Pada September 2025, Porsche menyesuaikan strategi produk globalnya sebagai respons terhadap tren permintaan regional yang berbeda.
Baca juga: Porsche dikabarkan siapkan simulasi perpindahan gigi di mobil listrik
Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan pangsa model mesin pembakaran internal dalam jajaran produknya dan menunda jadwal peluncuran beberapa kendaraan listrik.
Pollich mengatakan penyesuaian ini dimaksudkan untuk mempertahankan fleksibilitas di berbagai pasar, dengan mencatat bahwa penerimaan kendaraan energi baru di luar China, berkembang lebih lambat, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat, sementara permintaan kendaraan mesin pembakaran internal tetap kuat di segmen mewah global
Untuk pasar China, Porsche berencana meluncurkan Cayenne serba listrik di Pameran Otomotif Beijing pada bulan April yang akan diikuti dengan peluncuran 718 serba listrik.
Perusahaan ini juga berencana memperkenalkan model mesin pembakaran internal dan plug-in hybrid baru dalam kategori SUV segmen B, yang di Tiongkok biasanya merujuk pada SUV kecil yang diposisikan di bawah model kompak dan umumnya berukuran sekitar 4,1 hingga 4,3 meter panjangnya.
Baca juga: Mobil-mobil Porsche ditampilkan di PUBG Mobile
Baca juga: Uji jarak tempuh Porsche Cayenne terungkap, tembus 500an kilometer
Baca juga: Porsche daftarkan paten mesin W12 baru yang unik
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026











